:

Ahmad Doli & Ray Rangkuti soal Bupati Pekalongan Tersangka Korupsi, Ngaku Tak Tahu Aturan ke KPK

1 hari lalu

JAKARTA, KOMPAS.TV - Operasi tangkap tangan atau OTT terhadap kepala daerah kembali terjadi.

Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap Fadia Arafiq melalui operasi tangkap tangan di Semarang, Jawa Tengah, pada Selasa 3 Maret lalu.

Setelah menemukan alat bukti yang cukup, KPK menetapkan Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemkab Pekalongan.

Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, mengungkapkan peristiwa ini bermula saat suami Fadia, Mihktaruddin Ashraff Abu yang juga anggota DPR RI, dan anaknya, Muhammad Sabiq Ashraff yang juga anggota DPRD Pekalongan, membuat perusahaan PT Raja Nusantara Berjaya.

KPK mengungkap perusahaan itu menerima total 46 miliar rupiah dari kontrak dengan Pemkab Pekalongan. Dari 46 miliar rupiah itu, sembilan belas miliar rupiah dinikmati oleh keluarga bupati.

Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, tersangka korupsi pengadaan barang dan jasa, membantah dirinya terjerat OTT KPK.

Fadia bahkan bilang dirinya ditangkap saat tengah bersama Gubernur Jawa Tengah di Semarang, Jawa Tengah.

Fadia juga menyebut tak terlibat apa pun soal pengadaan barang dan jasa. Namun bupati sebut perusahaan itu milik keluarganya.

Wakil Bupati Pekalongan, Sukirman, memastikan pelayanan pemerintahan berjalan normal usai KPK melakukan OTT Bupati Pekalongan Fadia Arafiq.

Sukirman menyebut ruangan bupati hingga sejumlah ruangan di kantor Setda tidak dapat digunakan lantaran masih disegel KPK.

Begitupun aset mobil mewah milik Bupati Fadia Arafiq yang disegel KPK dan masih terparkir di pendopo rumah dinas bupati.

Pasca OTT KPK, ruang kantor Bupati Fadia Arafiq, ruang Sekretaris Daerah Yulian Akbar, serta sejumlah ruang kepala dinas disegel KPK.

Sejumlah aset mobil mewah milik Bupati Fadia Arafiq di pendopo rumah dinas juga tak luput disegel KPK.

Lantas apa yang menjadi faktor pendorong kepala daerah melakukan korupsi, dan seperti apa pengawasan dan pembekalan yang diberikan partai kepada kadernya yang menjadi kepala daerah.

Akan kita bahas bersama sejumlah narasumber. Sudah bergabung bersama kami secara daring Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia, dan pengamat politik Lingkar Madani, Ray Rangkuti.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! 

Baca Juga Sempat Bertemu, Gubernur Jateng Ahmad Luthfi Bantah Bersama Fadia Arafiq saat OTT KPK di https://www.kompas.tv/nasional/655002/sempat-bertemu-gubernur-jateng-ahmad-luthfi-bantah-bersama-fadia-arafiq-saat-ott-kpk

#ottkpk #bupatipekalongan #fadiaarafiq #korupsi

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/655078/ahmad-doli-ray-rangkuti-soal-bupati-pekalongan-tersangka-korupsi-ngaku-tak-tahu-aturan-ke-kpk

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke