Kemacetan parah terjadi di jalur pelayaran vital dunia, Selat Hormuz, setelah konflik di Timur Tengah memicu gangguan besar pada lalu lintas kapal.
Hampir 150 kapal kontainer dilaporkan menumpuk di kawasan tersebut karena meningkatnya risiko serangan di laut.
Gangguan di wilayah tersebut berpotensi mengguncang pasar energi global. Data dari MarineTraffic menunjukkan bahwa sejak konflik meningkat pada akhir pekan lalu, aktivitas pengiriman barang melalui Selat Hormuz hampir terhenti.