Taktik asimetris Iran ternyata mampu menunjukkan titik kelemahan pertahanan Amerika Serikat di Timur Tengah. Hal itu terungkap sehari sebelumnya Presiden AS, Donald Trump mengeklaim militernya berhasil atas Iran, Rabu (4/3/2026).
Melansir The Guardian, dalam pengarahan tertutup di Capitol Hill pada Selasa, (3/3/2026) para pejabat militer tinggi yang dipimpin oleh ketua Kepala Staf Gabungan, Jenderal Dan Caine, mengatakan kepada para anggota parlemen bahwa pertahanan AS tidak mampu menangkis taktik drone Iran dikerahkan dalam jumlah besar di Timur Tengah.
Mengutip dua orang yang mengetahui diskusi tersebut, publikasi itu melaporkan bahwa para anggota parlemen diberitahu bahwa Iran telah meluncurkan ribuan drone ke instalasi dan aset militer AS. Meskipun sebagian besar berhasil dicegat, kata mereka, skala serangan tersebut membuat perlindungan total menjadi sulit dicapai.
Strategi atrisi Iran ini sengaja dirancang untuk menciptakan perang harga yang mustahil dimenangkan, di mana setiap unit drone seharga 20 ribu dollar memaksa sekutu AS memboroskan jutaan dollar amunisi pencegat hingga mencapai titik kritis. Apalagi terungkap amunisi pertahanan di negara-negara Arab kian merosot.
Akibatnya, negara-negara Arab ini berada dalam mimpi buruk, menyadari bahwa "payung keamanan" miliaran dolar yang mereka beli dari Washington hanyalah jaminan semu yang menempatkan mereka sebagai tumbal di garis depan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Eyes of Glory - Aakash Gandhi
#global #perang ##kompascomlab #Iran #Amerika #Iranamerika #Droneshahed136