Rusia dikabarkan bakal memanfaatkan kondisi perang Iran dan Amerika Serikat untuk menekan Ukraina. The World Street Journal, Rabu (4/3/2026) melaporkan kondisi Ukraina yang rentan akan kebutuhan senjata pertahanan, berpotensi dimanfaatkan Rusia untuk melakukan serangan.
Taktik asimetris Iran sejak Sabtu (28/2/2026) telah menipiskan stok amunisi pertahanan AS seperti Patriot dan THAAD, yang sangat dibutuhkan Ukraina untuk menghadapi Rusia.
Di sisi lain, penutupan selat Hormuz oleh Iran, kini membuat Rusia punya daya tawar untuk memindahkan penjualan minyak dari Eropa ke Asia. Situasi tentu akan meningkatkan tensi geopolitik di Eropa.
Ambisi militer Washington di Timur Tengah seakan memberikan karpet merah bagi Moskwa untuk menancapkan taringnya lebih dalam guna mencekik Ukraina dan stabilitas ekonomi Eropa.
Lantas, bagaimana Rusia memanfaatkan "bola panas" ini untuk meraih kemenangan strategisnya sendiri? Benarkah Ukraina serta Eropa kini telah menjadi tumbal dalam pusaran konflik global ini?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
#global #perang ##kompascomlab #IranvsAS #PerangIranAS #Rusia #Ukraina
Music: Mission - Anno Domini Beats