JAWA TENGAH, KOMPAS.TV - Pemerintah Kabupaten Semarang menyiapkan lahan seluas 2,6 hektare untuk lokasi hunian sementara atau huntara bagi warga terdampak longsor.
Dari hasil identifikasi, terdapat 22 keluarga terdampak longsor di Dusun Bandungan dan 24 keluarga di Dusun Dampu.
Monitoring dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari pemerintah desa, Pemerintah Kecamatan Ungaran Timur, BPBD, serta DPU Kabupaten Semarang. Sementara untuk mitigasi, telah dipasang alat sistem peringatan dini.
Bupati Semarang menyebut bencana tanah bergerak yang terjadi sejak tahun 2022 kini telah mencapai lebih dari 5 hektare dan mengancam permukiman warga.