JAKARTA, KOMPAS.TV - Anggota Komisi I DPR RI fraksi Partai Golkar Nurul Arifin mengatakan Indonesia bergabung dalam Board of Peace tujuannya menjadi ruang diplomasi.
Nurul juga mengungkapkan kemungkinan suatu saat negara-negara yang tergabung dalam Board of Peace bisa saja meninggalkan Donald Trump dan mendeklarasikan sendiri untuk perjuangan Palestina, karena kekecewaan menumpuk. Ia melihat politik sangat dinamis, pragmatis, konsensus.
Di sisi lain ia juga melihat daya tawar tau bargaining power Indonesia kuat. Indonesia adalah masyarakat muslim terbesar di dunia dan kaya SDA. Indonesia bisa keluar dari Board of Peace apabila tidak sesuai dengan kepentingan.
Tenaga Ahli Utama KSP, Ulta Levenia Nababan melihat keputusan Indonesia bergabung dalam Board of Peace adalah salah satu opsi yang bisa kita manfaatkan.
Sementara itu Pakar Geopolitik Timur Tengah UNPAD, Dina Sulaeman melihat detailnya Board of Peace lebih ke proyek bisnis besar, dan bukan fokus untuk mendukung Palestina atau perdamaian di Gaza.
“Masalanya Charter BoP sama sekali tidak ada Palestina. Yang ada itu ada di 20 poin perdamaian Trump,” katanya.
Publik mendesak Indonesia untuk mundur dari Board of Peace, pasca serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/KveGkaloT80
#US #israel #indonesia
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/654699/as-israel-serang-iran-hingga-singgung-bop-proyek-bisnis-indonesia-bisa-tinggalkan-trump-satu-meja