JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Umum MUI Marsudi Syuhud berpesan kepada Presiden Prabowo apabila tidak ada harapa untuk perdamaian, maka lebih baik keluar dari Board of Peace. Sebab, MUI memiliki sikap dan keinginan tinggi untuk kemerdekaan Palestina dan perdamaian.
Ia juga berpesan kepada Presiden Prabowo untuk melakukan diplomasi jaipongan.
Ia menganalogikan seperti negara Arab Saudi atau Bahrain yang memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat, bisa saja jempolnya diinjak. Di sisi lain Iran yang tidak memiliki kedekatan dengan Amerika Serikat bisa saja ditimpuki. Dalam situasi ini, Indonesia harus pintar jaipongan.
Pakar Geopolitik Timur Tengah UNPAD, Dina Sulaeman mengatakan ketika ada 2 kebijakan strategis besar yang dilakukan hampir bersamaan, ada ketergantungan satu sama lain. Ia melihat ternyata banyak sekali pasal-pasal yang merugikan Indonesia.
Ditambah situasi sekarang Board of Peace ini tidak bisa menciptakan perdamaian. Menurutnya, tidak ada pembahasan soal Palestina dalam detail BoP.
“Kalau memang ingin damai, kenapa harus menyerang negara lain yang berdaulat? Trump ini bukan pejuang perdamaian. Kenapa kita harus gabung (Board of Peace)?,” katanya.
Tenaga Ahli Utama KSP, Ulta Levenia Nababan mengklarifikasi pernyataan tersebut dengan menegaskan bahwa Board of Peace tidak bisa dikaitkan dengan perjanjian tarif dagang AS.
Selain itu, menurutnya belum ada transaksi 17 Triliun yang selama ini ramai diperbincangkan publik.
Publik mendesak Indonesia untuk mundur dari Board of Peace, pasca serangan Amerika Serikat-Israel ke Iran, Sabtu (28/2/2026).
Bagaimana menurut Anda? Tuliskan di kolom komentar.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/KveGkaloT80
#US #israel #indonesia
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/654697/as-israel-serang-iran-pesan-mui-ke-prabowo-indonesia-harus-lakukan-diplomasi-jaipongan-satu-meja