:

Analisis Pakar Strategi PPAU & Dosen Ilmu Politik soal Kekuatan Iran Hadapi AS-Israel dan Sekutunya

6 jam lalu

KOMPAS.TV - Asap mengepul di zona industri Fujairah, Uni Emirat Arab, menyusul kebakaran yang disebabkan oleh puing-puing pesawat tanpa awak dari Iran yang berhasil dicegat sistem pertahanan udara Uni Emirat Arab.

Fujairah memiliki kepentingan strategis sebagai rute ekspor alternatif dan pelabuhan pengisian bahan bakar di luar Selat Hormuz.

Konsulat Amerika Serikat di Dubai juga diserang oleh drone Iran. Serangan ini memicu kebakaran kecil. Video memperlihatkan ledakan di dekat gedung konsulat disertai kepulan asap hitam, sementara warga terlihat berlarian menjauh dari lokasi kejadian.

Menteri Negara Kerja Sama Internasional Uni Emirat Arab, Reem Al-Hashimy, mengutuk serangan rudal dan drone yang dianggap sebagai serangan Iran terhadap kedaulatan negaranya.

Al-Hashimy menambahkan, setiap pelanggaran kedaulatan Uni Emirat Arab atau negara Teluk mana pun tidak akan dibiarkan begitu saja. Ia menekankan bahwa negaranya tidak akan berkompromi dalam melindungi kedaulatannya.

Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menyayangkan sikap sejumlah negara Arab yang menyudutkan Teheran menyusul serangan balasan terhadap pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di kawasan Teluk.

Menurutnya, langkah militer yang ditempuh Teheran merupakan bentuk perlawanan atas serangan yang lebih dahulu dilancarkan Amerika Serikat bersama Israel dari pangkalan-pangkalan militer negara tetangga.

Perang terbuka antara Iran melawan Israel dan Amerika Serikat pecah sejak Sabtu pekan lalu. Serangan awal dilakukan dengan pemboman ke Ibu Kota Teheran yang berujung pada tewasnya pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, beserta sejumlah jenderal dan pejabat tinggi militer Iran.

Iran membalas dengan melancarkan serangan ke Israel dan sejumlah pangkalan militer Amerika Serikat yang berada di Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, serta Arab Saudi.

Merasa teritori negaranya diserang Iran, Uni Emirat Arab menegaskan tidak akan berkompromi untuk melawan. Berdasarkan laporan Al Jazeera, hingga 3 Maret 2026, perang Amerika Serikat-Israel versus Iran telah berdampak ke wilayah 12 negara di Timur Tengah.

Mampukah Iran menghadapi Amerika Serikat dan Israel yang didukung sekutunya di Eropa dan Timur Tengah?

Pembahasan akan menghadirkan pakar strategi alumni US Air War College, Marsekal Pertama TNI (Purn.) Agung Sasongkojati, serta dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efatha Filomeno Borromeu.

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! 

Baca Juga Serangan Rudal Iran Hanguskan Kendaraan Warga Israel, Begini Kondisinya | BU di https://www.kompas.tv/internasional/654685/serangan-rudal-iran-hanguskan-kendaraan-warga-israel-begini-kondisinya-bu

#iran #perang #timurtengah #israel

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/internasional/654688/analisis-pakar-strategi-ppau-dosen-ilmu-politik-soal-kekuatan-iran-hadapi-as-israel-dan-sekutunya

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke