:

Paradoks Trump Serang Iran: Klaim Pembawa Damai, tapi Seret AS ke Dalam Perang

13 jam lalu

Presiden Donald Trump pernah dengan bangga menyebut dirinya sebagai pembawa damai saat ia membentuk Dewan Perdamaian. Namun kini, sosok Trump justru membawa Amerika Serikat ke dalam perang panjang menghadapi Iran.

Tangan Trump kini berlumuran darah usai serangan udara, Sabtu (28/2/2026) yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, dan 168 siswi di Minab pada serangan pertama.

Trump yang katanya ingin menghentikan perang abadi tiba-tiba memilih jalan untuk mengganti rezim negara asing tanpa tujuan yang pasti. Sejumlah pendukung dan anggota parlemen bahkan menuduhnya mengingkari janji kampanye yang tidak akan membiarkan AS terlibat perang.

Kini, puluhan ribu tentaranya harus berjibaku menangkal rudal-rudal kemarahan Iran, dan nyawa prajurit Amerika mulai berguguran.

Lantas, apa sebenarnya tujuan akhir dari perang ini? Mengapa Trump seakan mengingkari janjinya sendiri?

Simak selengkapnya dalam video berikut!

Penulis: Irawan Sapto Adhi
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty

#global #perang ##kompascomlab #IranvsAS #DonaldTrump #PerangIranAS

Music: Scizo - Anno Domini Beats

Artikel terkait:
https://amp.kompas.com/tren/read/2026/03/03/193000865/69-dari-168-siswi-di-iran-yang-tewas-dalam-serangan-as-israel-belum

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke