Penutupan Selat Hormuz oleh Iran memicu guncangan di seluruh pasar energi global. Melansir CNBC, Asia diperkirakan akan menghadapi dampak terberat. Terletak di antara Oman dan Iran, selat ini berfungsi sebagai jalur vital bagi perdagangan minyak global. Diperkirakan sekitar 13 juta barel per hari aliran minyak melewati selat ini pada tahun 2025. Perusahaan konsultan energi Kpler mengatakan jumlah tersebut mewakili sekitar 31 persen dari seluruh aliran minyak mentah melalui laut.
Penutupan selat yang berkepanjangan kemungkinan akan menyebabkan lonjakan harga minyak lebih lanjut. Beberapa analis memperkirakan harga minyak akan melampaui 100 dollar AS per barel. Patokan globalBrent menunjukkan harga terakhir naik 2,6 persen menjadi sekitar 80 dollar AS per barel, hampir 10 persen lebih tinggi sejak konflik pecah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Musayadah Khusnul Khotimah Narator: Musayadah Khusnul Khotimah Video Editor: Maria Utari Dewi Produser: Musayadah Khusnul Khotimah