Kepergian Ayatollah Ali Khamenei nyatanya justru membuat Iran masuk ke dalam mode auto-pilot yang lebih beringas. Korps Garda Revolusi Islam atau IRGC mulai bergerak agresif menggempur berbagai lokasi yang terafiliasi dengan AS dan Israel di Timur Tengah.
Selat Hormuz kini telah ditutup total, dan tentara Amerika Serikat mulai menjadi korban jiwa dalam konflik yang kian tak terkendali. Mimpi Donald Trump untuk meraih kesuksesan kilat layaknya di Venezuela seketika runtuh total.
Seluruh pangkalan militer A-S kini menjadi target hujan rudal. Warga Israel juga tidak ada yang berani keluar rumah dan memilih bertahan di dalam bunker. Bahkan, pesawat kenegaraan Israel "Wing of Zion" telah diungsikan ke Berlin, Jerman, guna menghindari serangan.
Lantas, mengapa perang kali ini justru membuat Iran semakin beringas? Mengapa mereka tidak langsung menyerah meskipun pemimpin utamanya telah tiada?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Inas Rifqia Lainufar
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: VIORY
#global #perang ##kompascomlab #IranvsAS #IranvsIsrael #PerangIranAS #DonaldTrump
Music: Mission - Anno Domini Beats
Artikel terkait:
https://internasional.kompas.com/read/2026/03/03/113157770/pesawat-netanyahu-terbang-ke-jerman-saat-perang-iran-memanas-angkut-pm?page=all#page2
Media Sosial Kompas.com:
Facebook: https://www.facebook.com/KOMPAScom/
Instagram: https://www.instagram.com/kompascom/
LINE: https://line.me/ti/p/@kompas.com
TikTok: https://tiktok.com/@kompascom