Sebelum rakyat memilih langsung, kepala daerah pernah ditentukan oleh para elite di DPRD. Dari sentralisasi Orde Baru hingga sengkarut Pilkada Bukittinggi 2000 yang berulang lima kali, sejarah mencatat dinamika yang tak sederhana. Kini wacana itu kembali muncul. Apa dampaknya?