Gerakan Mama Bambu, yang diinisiasi Yayasan Bambu Lingkungan Lestari, mendorong pemulihan lingkungan sekaligus pemberdayaan perempuan di wilayah Flobamora, Nusa Tenggara Timur melalui budidaya bambu berbasis agroforestri.
Sejak 2023, lebih dari 95 hektar lahan terdegradasi di Desa Ubedolomolo I berhasil dipulihkan. Pada 2024, sekitar 10.000 bibit bambu ditanam, berdampak pada peningkatan debit mata air dan terbukanya sumber penghasilan baru bagi perempuan desa.
Kini, gerakan Mama Bambu melibatkan 1.600 perempuan di 287 desa pada 16 kabupaten dan 4 provinsi.
Melalui pendampingan di Kampus Bambu Turetogo, perempuan menjadi aktor utama pemulihan lingkungan dan penguatan ekonomi komunitas, menegaskan pemberdayaan perempuan adalah kunci keberlanjutan.
Tonton kisah Mama Bambu selengkapnya dalam #Sustenesia di Youtube Channel KompasTV!