JAKARTA, KOMPAS.TV - Menteri Koperasi, Ferry Juliantono, mendorong model kolaborasi antara koperasi dan pelaku industri dalam mendistribusikan barang publik, termasuk barang-barang bersubsidi.
Dalam program ROSI, Ferry menyatakan produk yang belum mampu diproduksi di dalam negeri tetap terbuka untuk kerja sama dengan pabrikan.
Namun di saat yang sama, pemerintah ingin mendorong desa mampu memproduksi kebutuhannya sendiri.
“Produk yang belum bisa kita produksi, kita terbuka kerja sama. Tapi masyarakat desa juga harus didorong memproduksi barang sendiri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya membangkitkan industri rumah tangga dan industri kecil di desa. UMKM, termasuk kalangan milenial dan generasi Z, disebut perlu diberi ruang agar mampu menciptakan produk lokal.
Menurut Ferry, yang terpenting adalah usaha tersebut memberi manfaat dan keuntungan bagi masyarakat.
“Yang paling sederhana adalah menyalurkan barang publik,” katanya.
Ketua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis sekaligus CEO Induk Koperasi Usaha Rakyat, Suroto menyoroti distribusi barang subsidi seperti gas elpiji 3 kilogram, beras SPHP, minyak goreng, dan pupuk. Nilainya, menurut dia, mencapai ratusan triliun rupiah.
“Nah selama ini yang menikmati siapa? Mafia. Mafia yang mengikuti jalur liberal, pasar liberal,” tegasnya.
Suroto menambahkan apabila disalurkan melalui koperasi, pengawasannya tidak perlu mengundang APH (Aparat Penegak Hukum). Keuntungannya juga bisa langsung dinikmati masyarakat.
Selengkapnya saksikan di sini: https://youtu.be/QrdLwfkqzuw
#koperasidesamerahputih #prabowo #menterikoperasi
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi Anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah Lebih Dekat, Satu Langkah Makin Terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/talkshow/653366/subsidi-ratusan-triliun-dinikmati-mafia-menkop-ferry-salurkan-lewat-koperasi-desa-rosi