SEMARANG, KOMPAS.TV - Aksi premanisme berkedok debt collector kian marak.
Pelaku kekerasan bahkan sampai melukai korban seperti di Semarang, Jawa Tengah.
Seorang warga menjadi korban intimidasi sejumlah penagih utang debt collector yang hendak merampas mobil yang ia sewa di pintu masuk Tol Kaligawe, Kota Semarang, pada Sabtu (7/2/2026).
Enam pelaku ditangkap (24/2/2026) lalu. Dari hasil pemeriksaan, pelaku ternyata salah target kendaraan.
Data mobil yang dikendarain korban berbeda dengan data kendaraan yang dimiliki para pelaku.
Aksi brutal sekelompok orang diduga debt collector di Tangerang, Banten bahkan menelan korban.
Seorang advokat jadi korban penikaman saat mobilnya hendak ditarik paksa.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto dalam pernyataannya kepada Kompas TV bilang pelaku penusukan di Tangsel sudah ditangkap jajaran Dit Reskrimum PMJ di Semarang, Jateng.
Saat ini tersangka dalam pemeriksaan terkait peristiwa dan motifnya.
Premanisme berkedok debt collector bukan sekadar persoalan penagihan utang. Ini adalah soal wibawa hukum.
Ketika penagihan dilakukan dengan ancaman, kekerasan, dan perampasan di jalan, yang dipertaruhkan bukan hanya hak debitur, tetapi kehadiran negara dalam melindungi warganya.
Maraknya aksi premanisme berkedok debt collector, kita akan bahas bersama Kriminolog Universitas Indonesia, Adrianus Meliala.
Baca Juga Salah Sasaran, 6 Debt Collector yang Intimidasi Penyewa Mobil di Tol Kaligawe Ditangkap | BERUT di https://www.kompas.tv/regional/653322/salah-sasaran-6-debt-collector-yang-intimidasi-penyewa-mobil-di-tol-kaligawe-ditangkap-berut
#debtcollectors #kaligawe #semarang
_
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/653357/full-kriminolog-ui-ungkap-penyebab-premanisme-berkedok-debt-collector-kian-marak-kompas-malam