:

Tradisi Ramadan di Situbondo, Warga Adu Layangan Jumbo di Sawah | BERUT

8 jam lalu

SITUBONDO, KOMPAS.TV - Ada tradisi turun menurun warga Situbondo, Jawa Timur saat menunggu berbuka alias ngabuburit.

Layangan jumbo jadi cara unik warga Situbondo, Jawa Timur, ngabuburit.

Langit senja di atas hamparan sawah Kelurahan Dawuhan, Situbondo, Jawa Timur berubah jadi tempat ngabuburit.

Warga saling adu kebolehan menerbangkan layangan jumbo berukuran hingga 2 meter.

Tradisi main layangan jumbo sudah jadi tradisi warga turun menurun di bulan Ramadan.

Proses menerbangkan layangan ini tidak semudah yang terlihat.

Warga harus membaca arah angin, menentukan tarikan yang tepat dan menguasai teknik pengendalian.

Tali yang digunakan pun bukan sembarangan, mulai dari senar pancing berukuran besar hingga tali tambang plastik yang kuat menahan hentakan.

Saat layangan berhasil naik, suasana langsung pecah oleh sorak warga.

Di ketinggian, layangan ini mengeluarkan suara khas yang jadi daya tarik nya.

Selain ngabuburit dengan bermain layangan, lokasi ini juga dibuka pasar Ramadan untuk warga berburu takjil.

Baca Juga Sambut Ramadan, Semangat Tadarus Al Quran “Braille” Bagi Tunanetra | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/653231/sambut-ramadan-semangat-tadarus-al-quran-braille-bagi-tunanetra-sapa-siang

#layangan #ramadan #situbondo

_

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/653328/tradisi-ramadan-di-situbondo-warga-adu-layangan-jumbo-di-sawah-berut

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke