KOMPAS.TV - Rencana pemerintah melalui BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara untuk mengimpor 105 ribu unit mobil pikap dari India guna mendukung operasional Program Koperasi Desa Merah Putih menuai polemik di tengah tantangan industri otomotif nasional.
Kebijakan tersebut dinilai sensitif karena dilakukan saat industri otomotif dalam negeri tengah menghadapi tekanan dan perlambatan pasar.
Direktur Utama Agrinas menyatakan bahwa dalam proses impor mobil dari India tidak ada aturan yang dilanggar. Ia menegaskan, seluruh langkah telah sesuai dengan penugasan pemerintah.
Hingga berita ditulis, Agrinas mengaku telah menghabiskan anggaran sebesar Rp90 triliun untuk pembangunan fisik gerai dan kelengkapan Koperasi Desa Merah Putih, termasuk pengadaan mobil operasional.