KOMPAS.TV - Tewasnya pelajar di Tual oleh anggota Brimob memicu kemarahan masyarakat di sejumlah daerah. Kasus ini menambah daftar kelam penyalahgunaan kewenangan di institusi Polri. Janji reformasi Polri pun dipertanyakan.
Tuntutan untuk segera mungkin melakukan reformasi Polri kembali disuarakan mahasiswa di Sleman, Yogyakarta, pada Selasa malam. Sejumlah mahasiswa menggelar aksi demo di depan Markas Polda DIY dan mengecam aksi kekerasan yang kembali dilakukan polisi. Aksi mahasiswa ini sempat ricuh beberapa saat sebelum akhirnya dibubarkan polisi.
Polri merespon kericuhan di Mapolda Yogyakarta saat aksi mengecam kekerasan aparat kepolisian. Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir, memahami kemarahan masyarakat akibat tindakan yang dilakukan aparat Brimob di Kota Tual.
Polri berkomitmen akan menindak tegas jika ada individu Polri yang menciderai nilai Kode Etik Polri dan terus berupaya mengedepankan sisi humanis serta profesional dalam bertugas.
Ketua DPP Bidang Kehormatan PDI Perjuangan, Komarudin Watubun, menilai ada yang salah di internal Polri. Kekerasan di Tual, Maluku, memicu amarah publik karena sikap arogansi yang berujung pada kekerasan dan menewaskan seorang anak. Komarudin merasa sikap superior dan keras masih ada di internal Polri dan meminta reformasi Polri segera dilakukan.
Reformasi Polri memang kembali disorot usai kasus oknum Brimob, Bripda Masias Siahaya, yang menganiaya pelajar hingga tewas di Tual. Pelaku akhirnya diberhentikan tidak dengan hormat dan bakal menjalani proses pidana yang akan berlangsung di Polda Maluku.
#reformasipolri #polri #polisi
Baca Juga Jadi Sorotan! 600 Penerima Beasiswa LPDP Diduga Langgar Kontrak, Apa Saja Sanksinya? di https://www.kompas.tv/regional/653277/jadi-sorotan-600-penerima-beasiswa-lpdp-diduga-langgar-kontrak-apa-saja-sanksinya
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/653278/kasus-kekerasan-oknum-polisi-terus-jadi-sorotan-reformasi-polri-dipertanyakan-indonesia-update