KOMPAS.TV - Masjid Cheng Hoo di Palembang, Sumatera Selatan, menampilkan arsitektur khas yang menggabungkan tiga kebudayaan.
Atap gerbang dibentuk seperti tanduk kambing, yang merupakan ciri khas Sriwijaya.
Sementara atap masjid dibuat kubah ala Timur Tengah dan dicat warna merah, ciri khas Tiongkok.
Di dalam kompleks perumahan Top Jakabaring, Palembang, berdiri sebuah masjid yang gradasi warnanya menarik perhatian, meski dari kejauhan.
Masjid itu adalah Masjid Al-Islam Muhammad Cheng Hoo Sriwijaya, Palembang, yang dikenal dengan Masjid Cheng Hoo.
Dibangun sejak tahun 2010 di atas tanah seluas 4.990 meter persegi, Masjid Cheng Hoo memiliki arsitektur khas yang menggabungkan tiga budaya berbeda.
Atap masjid dibuat kubah dengan bulan sabit dan bintang, layaknya masjid Timur Tengah.
Bagian atap menara luar dan atap pintu gerbang dibentuk seperti tanduk kambing, yang merupakan ciri khas Sriwijaya.
Sementara cat masjid didominasi warna merah khas Tiongkok, yang melambangkan kebahagiaan.
Selain warna merah, masjid juga diberi sentuhan warna kuning yang melambangkan kejayaan.
Nama masjid diambil dari seorang armada perang dari negeri Tiongkok bernama Muhammad Cheng Hoo, yang berniaga sekaligus menyebarkan agama Islam di bumi Sriwijaya.
Masjid Cheng Hoo dibangun Persatuan Islam Tionghoa Indonesia dengan anggaran 3 miliar rupiah dan mampu menampung 10 ribu jamaah.
Masjid Cheng Hoo juga memiliki TPA dan telah menciptakan enam orang penghafal Quran.
#chenghoo #masjidchenghoo #masjid
Baca Juga Sambut Ramadan, Semangat Tadarus Al Quran “Braille” Bagi Tunanetra | SAPA SIANG di https://www.kompas.tv/regional/653231/sambut-ramadan-semangat-tadarus-al-quran-braille-bagi-tunanetra-sapa-siang
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/653235/keindahan-arsitektur-masjid-cheng-hoo-gabungkan-3-kebudayaan-sapa-siang