Perang asimetris Iran bisa memaksa Amerika Serikat terlibat perang yang berlangsung lama. Hal ini tentu menjadi ketakutan, saat intelijen Israel membocorkan tumpukan armada AS ternyata cuma sanggup bertahan 5 hari. Hal itu terungkap dalam laporan The Finance Times, Selasa (24/2/2026).
The New York Times, Selasa (24/2/2026), soal durasi perang Iran bisa mengadopsi taktik Houthi saat meladeni angkatan udara AS pada 2025. Saat itu perang proksi Iran itu berhasil memaksa AS mengeluarkan isi dompet untuk bertarung selama 31 hari. Saat AS habis sekitar 1 miliar dollar.
Perang berakhir pun berakhir karena kemauan Trump sendiri usai dua jet tempurnya hancur dalam perang. Tak ada kemenangan berarti bagi AS saat itu, meski dicap itu momentum penting baginya. Isi dompet AS terkuras sebanyak itu hanya untuk meladeni 1 proksi Iran yang memanfaatkan rudal-rudal murah meriah.
Jika Iran memilih perang asimetris dengan durasi perang sejauh itu, sudah pasti AS perlu berhitung dengan cermat. Strategi Iran ini mengeksploitasi paradoks kebijakan Trump yang menjanjikan efisiensi ekonomi, mengingat biaya operasional 17 kapal perang serta sistem pertahanan mahal seperti Patriot dan THAAD berisiko membuat dompet negara "boncos" atau merugi besar.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #Amerika #Perang #IranvsAmerika