MALANG, KOMPAS.TV - Di lahan seluas kurang lebih 800 meter persegi di dalam kawasan Perumahan Sawojajar ini, dua orang mahasiswi Universitas Brawijaya Malang mengembangkan melon dengan sistem hidroponik. Melon yang dibudidayakan adalah melon jenis golden kinanti.
Pemilihan melon jenis golden kinanti ini menurut Dwi Vindi karena melon jenis ini memiliki sejumlah kelebihan. Selain rasanya yang manis, perawatan melon ini juga lebih mudah. Sistem hidroponik yang dipilih ini juga sebagai perbandingan dengan sistem tanam konvensional.
Dari 500 pohon yang ditanam, Dwi bisa menghasilkan 7 kwintal melon dalam sekali panen. Melon ini biasanya langsung diambil oleh para pengepul dan pembeli yang datang dan ingin merasakan petik buah melon.
"Karena peminatnya di pasar itu lebih tinggi, kemudian budidayanya itu menurut kami lebih cepat dan gampang daripasa varietas yang lain." Kata Dwi.
Sementara itu menurut Famrozi, salah satu pengepul melon mengaku melon jenis golden kinanti ini banyak disukai masyarakat. Meski dengan harga jual di atas melon biasa, namun melon jenis ini memiliki pasar tersendiri.
"Ini manis, renyah dan tahan lama, ini mulai panen sampai satu minggu masih kuat, ini lebih dari 10 hari masih keras." Kata Famrozi.
Dengan harga jual Rp 20 ribu hingga Rp 23 ribu per kilogram, melon jenis golden kinanti yang dibudidayakan mahasiswi ini memiliki peluang yang masih terbuka lebar.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/652716/manfaatkan-lahan-tidur-di-kawasan-perumahan-untuk-budidaya-melon