:

Mahasiswa di Malang Buat Mesin Pengering Gabah

3 minggu lalu

MALANG, KOMPAS.TV - Bed dryer adalah mesin pengering gabah karya empat mahasiswa Teknik Industri Universitas Muhammadiyah Malang. Mesin pengering gabah ini bekerja dengan cara menyalurkan udara panas ke dalam sebuah wadah yang berisi gabah basah. Suhu panas dalam mesin juga dijaga di kisaran 40°C hingga 50°C. Udara panas ini dihasilkan dari tungku pembakaran dan ditiup dengan kipas angin.

Uniknya dalam proses pembakaran, alat ini menggunakan minyak jelantah atau minyak goreng bekas pakai. Malikul Arifin, salah satu perancang mesin pengering ini menjelaskan, saat ini mayoritas petani mengandalkan sinar matahari untuk menjemur gabah dan hal tersebut sangat bergantung pada kondisi cuaca.

Menurutnya, dengan mesin ini petani bisa mengeringkan gabah meski tanpa sinar matahari. Selain itu waktu pengeringan gabah juga menjadi lebih singkat yakni 8 jam untuk 500 kilogram gabah basah.

"Kita melihat permasalahannya dari petani, karena buat pengeringannya membutuhkan waktu yang lama. Selain kita mempersingkat waktu, kita juga bisa melewati kendala cuaca buruk." Kata Malik

Selain untuk gabah, tidak menutup kemungkinan alat ini bisa digunakan untuk mengeringkan hasil panen lainnya seperti kopi. Mahasiswa berharap mesin yang mereka buat bisa membantu meningkatkan hasil panen petani.

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/regional/652711/mahasiswa-di-malang-buat-mesin-pengering-gabah

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke