Puasa menjadi ibadah yang berlangsung tanpa ada sorotan, tanpa panggung, hanya antara manusia dan Tuhannya. Tapi dalam kesunyian, puasa menata ulang jiwa cara menjadi manusia yang belajar cukup, menahan ego, dan tidak menjadikan iman sebagai pertunjukan. Dari ruang batin yang hening, tumbuh sesuatu yang lebih luas, kepekaan, kelembutan bersikap, dan kesadaran bahwa spiritualitas yang sejati selalu berjejak pada kehidupan yang bersama-sama.
Cendekiawan Muslim Sukidi mengajak kita memaknai bagaimana Ramadan menempa jiwa dan menata hati yang hari ini banyak kosong.
Klik kode di bawah ini untuk mempermudah kamu:
00:00 Keistimewaan Puasa dalam Perspektif Al-Quran
13:38 Puasa dan bahaya 'religious flexing'
15:02 Takwa: Kesadaran Spiritual yang Otentik
30:47 Puasa bareng Islam dan Katolik: Titik Temu Spiritualitas dalam Perbedaan
43:17 Ramadan dan pembentukan etika sosial
51:21 Bangsa tanpa soulcraft, apa jadinya?
59:25 Puasa dan krisis moral publik
01:14:12 Puasa membentuk pribadi yang cukup
***
Eksekutif Produser: Oky Ivans
Produser: Rima Rismania
Asisten Produser: Handika Syukur Nur Alam
Kreatif: Adam Aulia Manzal Khan
Penata Kamera: Miftahul Rizky, M. Rizki Fauzan, M. Dicky Ardani
Penyunting Gambar: Bagus Wahyudi
Tim Promosi: Brigitta V. Bellion
***
#beginu #wisnunugroho #sukidi #puasa #ramadan #kompascom