JAKARTA, KOMPAS.TV - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengaku marah saat tahu kasus anggota Brimob Bripda MS menganiaya pelajar MTs Arianto Tawakal hingga tewas di Tual, Maluku.
Listyo mengatakan peristiwa tersebut menodai institusi Brimob.
"Sama seperti apa yang dirasakan keluarga korban dan masyarakat, saya marah mendengar peristiwa ini terjadi. Ini jelas-jelas menodai muruah institusi Brimob yang seharusnya melindungi masyarakat," ujar Kapolri seperti dilansir Antaranews, pada Senin (23/2/2026).
Ia memastikan hukuman setimpal bagi pelaku dan menegakkan bagi keluarga korban.