Iran dinilai semakin dijepit, kian sulit diprediksi dan berbahaya. Begitu kata sejumlah analis Timur Tengah usai keputusan Amerika Serikat mengerahkan sejumlah armada militernya mendekati Iran.
Terbaru, USS Gerald R. Ford dikabarkan sudah kian dekat dengan kawasan Israel untuk berada di posisi berseberangan dengan USS Abraham Lincoln yang ada di laut Arab. Tujuannya untuk menjepit wilayah Iran dari dua arah berseberangan.
Namun, kehadiran dua armada raksasa ini dibayangi dengan ketakutan Pentagon. Penumpukan kekuatan ini belum bisa diprediksi mampu mengalahkan Iran.
Hal ini tidak lepas dari hasil simulasi perang buatan Amerika sendiri yang berlangsung selama dua tahun untuk melawan Iran. Sialnya, hasil simulasi itu menunjukkan AS tidak bisa mengalahkan perang asimetris Iran, dan malah taktik Teheran itu bisa menenggelamkan 15 kapal perang termasuk kapal induk AS hanya dalam 10 menit.
Di sisi lain, kondisi Iran saat ini sulit diprediksi, lantaran tertutupnya informasi persenjataan dan peta perang Iran.
"Selama enam bulan terakhir, Iran secara diam-diam telah mengambil langkah-langkah tambahan untuk memindahkan aset-aset penting lebih jauh ke bawah tanah. Mereka akan sulit diprediksi," ungkap Vali Nasr, seorang profesor hubungan internasional dan Studi Timur Tengah di Universitas Johns Hopkins, dilansir dari Aljazeera, Jumat (20/2/2026).
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #IranvsAS #USSGeraldFord #PerangIranAS
Music: Chariots of War - Aakash Gandhi