:

Deret Fakta Pembunuhan Remaja di Kampung Gajah, Motif-Muslihat Pelaku | BERUT

3 jam lalu

JABAR, KOMPAS.TV - Kawasan bekas wisata Kampung Gajah di Kabupaten Bandung Barat mendadak ramai jadi perbincangan.

Tempat yang sudah lama terbengkalai itu mendadak viral usai ditemukannya jenazah seorang remaja.

Seorang kreator konten yang sedang membuat siaran langsung konten horor di kawasan tersebut dikejutkan temuan jenazah remaja.

Jumat malam, 13 Februari 2026, kreator konten tim Terobos Mitos tak menyangka niatnya untuk membuat konten horor di bekas tempat wisata Kampung Gajah malah berujung dengan temuan jasad seorang pria.

Jasad tersebut ditemukan tergeletak dan sudah mulai membusuk.

Korban ternyata adalah seorang siswa SMP di Bandung yang dilaporkan hilang sejak 9 Februari.

Lalu bagaimana kasus pembunuhan terjadi?

Polisi menyebut pelaku sengaja datang dari Garut ke Bandung untuk menemui korban.

Pada 9 Februari, korban dan dua pelaku bertemu. Saat itu, ketiganya sempat terlibat cekcok.

Salah satu pelaku kemudian mengajak korban masuk ke dalam kawasan bekas Kampung Gajah. Di sanalah pelaku menganiaya korban dengan senjata tajam.

Melihat korban tak berdaya, pelaku pun pergi meninggalkan korban. Pelaku juga membawa ponsel korban.

Selain itu, pelaku memakai ponsel milik korban, mengirim pesan palsu ke rekan korban, bertuliskan “Saya diculik”, seolah-olah korban masih hidup.

Pesan tersebut sempat ditunjukkan rekan korban ke ayah korban. Namun ayah korban sempat curiga dengan pesan tersebut. 

#kampunggajah #garut #polisi 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652390/deret-fakta-pembunuhan-remaja-di-kampung-gajah-motif-muslihat-pelaku-berut

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke