:

Ungkap Kondisi Bocah Korban Penganiayaan oleh Ibu Tiri, Dokter: Ada Gangguan Pola Napas pada Korban

4 jam lalu

KOMPAS.TV - Seorang anak usia 13 tahun di Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dengan luka bakar dan lebam. Polisi masih menyelidiki penyebab utama kematian sang anak yang diduga dianiaya ibu tiri.

Tangis haru Anwar Satibi pecah mengetahui anaknya meninggal di rumah sakit setelah menjalani perawatan luka bakar di tubuhnya.

Korban yang berusia 13 tahun diduga dianiaya sebelum akhirnya meninggal dunia.

Saat di rumah sakit, korban menyebut mengalami penyiksaan ibu tirinya.

Anwar Satibi pun meminta autopsi terhadap anaknya untuk mengetahui penyebab utama kematian.

Tak hanya luka melepuh, dokter RSUD Jampang Kulon menyampaikan korban juga mengalami gangguan pola napas.

Polisi memeriksa 16 saksi, termasuk ibu tiri korban dan saksi ahli dari tenaga medis. Penyidik juga membenarkan adanya luka bakar di tubuh korban.

Terkait sebab pasti kematian korban, polisi masih menunggu hasil laboratorium patologi anatomi dan toksikologi forensik terhadap sampel organ dalam korban.

Baca Juga 2 Hari Buron, Ayah Pelaku Penganiayaan Anak di Sragen Ditangkap Bawa Kabur Korban di https://www.kompas.tv/regional/652385/2-hari-buron-ayah-pelaku-penganiayaan-anak-di-sragen-ditangkap-bawa-kabur-korban

#penganiayaan #ibutiri #sukabumi

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya! 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652389/ungkap-kondisi-bocah-korban-penganiayaan-oleh-ibu-tiri-dokter-ada-gangguan-pola-napas-pada-korban

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke