KOMPAS.TV - Sejumlah warga ramai-ramai mendatangi markas Brimob di Kota Tual, Maluku. Mereka meluapkan amarah serta menuntut keadilan atas kematian pelajar Madrasah Tsanawiyah, Ariyanto, yang baru berusia 14 tahun.
Pada 19 Februari lalu, Ariyanto meninggal dunia, diduga akibat penganiayaan oleh seorang anggota Brimob. Oknum anggota Brimob tersebut diduga menuduh Ariyanto dan kakaknya sebagai pelaku balap liar.
Kini, oknum Brimob Polda Maluku, Bripda M.S., telah ditetapkan sebagai tersangka atas dugaan penganiayaan terhadap Ariyanto hingga meninggal dunia.
Polisi menyatakan penyidikan terhadap Bripda M.S. tidak hanya terkait pelanggaran kode etik, tetapi juga dugaan tindak pidana.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memastikan penyelidikan kasus ini akan berjalan secara transparan.
Baca Juga Polisi di Makassar Tewas Diduga Dianiaya Senior, Propam Polda Sulsel Lakukan Penyelidikan di https://www.kompas.tv/regional/652359/polisi-di-makassar-tewas-diduga-dianiaya-senior-propam-polda-sulsel-lakukan-penyelidikan
#brimob #penganiayaan #kapolri #tual
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/652371/deret-fakta-anggota-brimob-aniaya-pelajar-hingga-tewas-kapolri-pastikan-penyelidikan-transparan