:

Pendapat Stafsus KSP hingga Eks Dubes RI untuk Iran soal Indonesia Masuk Board of Peace | BOLA LIAR

1 minggu lalu

 

Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!

JAKARTA, KOMPAS.TV - Di tengah situasi tersebut, Indonesia bergabung dalam Board of Peace (BOP) untuk isu Palestina, termasuk rencana pengiriman pasukan perdamaian.

Stafsus Kepala Staf Kepresidenan, Respiratori Saddam Al Jihad, menegaskan pemerintah mengedepankan “smiling diplomacy” dan prinsip dua negara (two-state solution).

Menurutnya, kehadiran Indonesia di forum internasional bertujuan memastikan kepentingan Palestina tetap dikawal dari dalam meja perundingan.

"1.000 kawan itu terlalu sedikit, satu musuh terlalu banyak. Itu yang selalu didengung-dengungkan Pak Presiden dari awal. Sehingga makanya kemudian di awal itu two state solution adalah kompasnya," kata Sadam dalam program BOLA LIAR, Jumat (20/2/2026).

Baca Juga Trump Beri Iran Deadline soal Kesepakatan Nuklir di KTT Board of Peace di https://www.kompas.tv/internasional/652053/trump-beri-iran-deadline-soal-kesepakatan-nuklir-di-ktt-board-of-peace

 

Artikel ini bisa dilihat di : https://www.kompas.tv/nasional/652057/pendapat-stafsus-ksp-hingga-eks-dubes-ri-untuk-iran-soal-indonesia-masuk-board-of-peace-bola-liar

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke