Dulu akrab di telinga, kini makin asing di akta kelahiran. Nama Asep menjadi satu dari banyak nama lokal yang mulai hilang dari tren penamaan anak. Gempuran budaya baru jadi faktor utama pergeseran nama tradisional. Data Dukcapil Kemendagri menunjukkan orang tua masa kini lebih banyak memilih nama yang dianggap moderen, religius, dan berkonotasi global. Sahabat DW, masih tertarik memberi nama lokal untuk anak?