GAZA, KOMPAS.TV - Di tengah gencatan senjata yang rapuh, warga di Gaza menjalankan ibadah puasa dengan keterbatasan.
Pada hari pertama Ramadan, warga menunggu di luar tenda mereka di Jalur Gaza sambil menunggu waktu berbuka.
Pada hari pertama Ramadan, warga berkumpul di Jalur Gaza sambil membawa wadah untuk menerima distribusi bantuan berupa makanan. Meski harus berdesakan, warga tetap bertahan di kerumunan untuk menerima bantuan mereka.
Situasi ini sangat berbeda dengan hari pertama Ramadan sebelum perang terjadi. Meski demikian, warga tetap antusias menjalani bulan Ramadan di tengah gencatan senjata yang rapuh.
Saat ini, sebagian warga di Gaza mengungsi di Rafah dan bertahan di tenda pengungsian di Muwasi, Khan Younis, di Jalur Gaza.
Potret sedikit berbeda terlihat di Kamp Pengungsi Jabalia di Gaza Utara, Palestina. Pengungsi Jabalia menggelar buka puasa bersama pada Rabu waktu setempat di Sekolah Putra Abu Hussein yang difasilitasi oleh Hashemite Charity Organization, dengan partisipasi luas dari para penghuni.
Sukarelawan dan juru masak menyiapkan makanan untuk berbuka. Buka puasa digelar di dekat garis kuning atau batas area aman yang ditetapkan Israel.
Warga Gaza berharap garis tersebut akan segera tidak ada lagi. Acara yang diadakan kurang dari 800 meter dari garis kuning mencerminkan solidaritas dan dukungan rakyat Yordania kepada warga Gaza selama masa-masa sulit.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Indonesia Aktif di Board of Peace, Prabowo Konsisten Dukung Perdamaian di Gaza | KOMPAS PETANG di https://www.kompas.tv/internasional/651740/indonesia-aktif-di-board-of-peace-prabowo-konsisten-dukung-perdamaian-di-gaza-kompas-petang
#gaza #ramadan #palestina #wargagaza
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/651756/ramadan-hari-pertama-warga-gaza-berbuka-puasa-dengan-keterbatasan-sapa-malam