Iran gertak Amerika Serikat dengan melakukan latihan pengepungan di Selat Hormuz, Selasa (17/2/2026). Latihan sekaligus sinyal pamer kekuatan berjuluk "Kendali Cerdas" oleh IRGC itu berlangsung di tengah upaya diplomasi di Jenewa, Swiss.
Iran secara strategis menempatkan kekuatan rudal dan pasukan marinir di titik-titik krusial untuk menghadapi potensi ancaman dari gugus tempur kapal induk AS, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald Ford. Dengan mengandalkan taktik asimetris "swarm attacks".
Sejumlah analis menilai taktik serangan bergerombol dan masif itu akan menggunakan ratusan speedboat, drone, dan rudal. Tujuannya untuk menjenuhkan sistem radar Aegis, teknologi pelacak yang terpasang di kapal perang AS. Iran berambisi membuktikan bahwa simbol supremasi laut Washington tetap dapat dilumpuhkan.
Di sisi lain, Washington menghadapi dilema besar karena risiko perang panjang di jalur energi vital ini tidak hanya mengancam ekonomi global dan memicu inflasi, tetapi juga berpotensi menguras anggaran negara hingga triliunan dolar, sebuah skenario "rugi bandar" yang sangat dihindari oleh pemerintahan Donald Trump
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Elisabeth Putri Mulia
Produser: Marvel Dalty
Music: Inception - Aakash Gandhi
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #AmerikaSerikat #IranAmerika