JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mari Elka Pangestu tidak menafikan bahwa masih terjadi diskriminasi terhadap warga keturunan Tionghoa meski Imlek telah dirayakan secara terbuka di Indonesia.
Ia menilai hal itu menjadi tantangan yang perlu diatasi.
"Saya rasa walaupun empat orang ini sudah meletakkan dasar dan kita sudah menjalankannya terutama 10 tahun terakhir. Tapi menurut saya masih ada sekat-sekat, masih ada diskriminasi yang terselubung dibanding yang lalu. Ini perlu kita atasi," ujar Mari.