JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Ketua DEN sekaligus Penasihat Panitia Imlek Nasional, Mari Elka Pangestu mengaku bersyukur seteleh reformasi 1998, masyarakat Tionghoa dapat merayakan Imlek secara terbuka hingga saat ini.
Baginya, hal itu menjadi momentum baik untuk kembali berdampingan dan terjadinya kembali akulturasi budaya.
"Kini, saya sangat bersyukur karena kita bisa merayakan Imlek secara terbuka. Setelah reformasi 1998 banyak presiden-preisden berikutnya membuka ruang untuk kita kembali bisa berdampingan dan akulturasi budaya terjadi lagi," ujar Mari.