Rusia berinisiatif untuk membentuk persatuan negara-negara yang tengah menghadapi sanksi internasional.
Presiden Belarus, Alexander Lukashenko menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Rusia tersebut. Hal itu disampaikan oleh Lukashenko dalam sebuah pertemuan pemerintah pada Selasa (16/2/2026)
Lukashenko mengungkapkan, Kementerian Luar Negeri Rusia sebelumnya telah menghubungi dirinya. Selain Belarus, Lukashenko mengeklaim upaya ini juga melibatkan kekuatan besar lainnya yakni China.