KOMPAS.TV - Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haidar Nasir meminta umat Muslim di Indonesia menghargai jika terjadi perbedaan penetapan awal Ramadan.
Haidar menyebut, puasa itu melahirkan outcome dan tujuan agar semakin bertakwa. Meski boleh jadi, satu sama lain masih ada perbedaan.
Ia menambahkan selama belum punya satu sistem kalender global yang disepakati bersama, tentu akan sering berbeda. Dan disitulah, sebagai ruang ijtihad, tentu tak perlu saling menyalahkan dan merasa satu sama lain paling benar sendiri.
Haidar mengingatkan untuk menjaga kearifan dalam perbedaan ini.