Sahabat KompasTV, saksikan Sidang Isbat Penentuan Awal Puasa Ramadan 2026 di link ini https://www.youtube.com/watch?v=WB6aEb8gsb4
BOYOLALI, KOMPAS.TV - Beragam cara dilakukan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan, seperti yang dilakukan masyarakat di Boyolali, Jawa Tengah yang menyambut Ramadan dengan mencuci tikar dan karpet masjid di aliran sungai dari sumber mata air alami.
Warga mencuci karpet dan tikar masjid secara bersama-sama di aliran Sungai Kalitalang yang berhulu di sumber mata air alami, tepatnya di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah.
Sebanyak 20 karpet dan tikar akan dicuci. Mencuci karpet dan tikar masjid ini sudah menjadi tradisi rutin warga untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan. Kegiatan ini tidak hanya dilakukan oleh masyarakat Boyolali, tetapi juga masyarakat Soloraya dan sekitarnya.
Salah seorang warga mengatakan kebersihan masjid wajib dijaga karena menjadi tempat yang akan digunakan untuk beribadah selama bulan suci Ramadan. Sungai Kalitalang dipilih untuk mencuci tikar maupun karpet karena airnya mengalir dan bersumber dari mata air alami, sehingga memudahkan proses pembersihan serta dinilai lebih bersih alami dibandingkan dengan air di rumah.
Selain mencuci karpet dan tikar masjid, masyarakat juga menjalankan tradisi padusan untuk membersihkan diri menyambut bulan puasa. Diharapkan tradisi kearifan lokal seperti ini dapat terus dijalankan dan tetap dilestarikan.
Sahabat KompasTV, Mulai 1 Februari 2026 KompasTV pindah channel. Dapatkan selalu berita dan informasi terupdate KompasTV, di televisi anda di Channel 11 pada perangkat TV Digital atau Set Top Box. Satu Langkah lebih dekat, satu Langkah makin terpercaya!
Baca Juga Penentuan Awal Puasa, Menag Nasaruddin Minta Maaf Sidang Isbat Digelar di Hotel di https://www.kompas.tv/nasional/651263/penentuan-awal-puasa-menag-nasaruddin-minta-maaf-sidang-isbat-digelar-di-hotel
#ramadan #tradisiramadan #boyolali
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/651264/sambut-ramadan-masyarakat-boyolali-gelar-tradisi-cuci-tikar-masjid-di-sungai-sapa-siang