JAKARTA, KOMPAS.TV – Tersangka Kasus Ijazah Jokowi, Tifauzia Tyassuma, mempertanyakan sikap Bareskrim Polri dalam konferensi pers kasus ijazah Jokowi yang digelar pada Kamis (22/5/2025) lalu.
“Mengapa Bareskrim sengaja menampilkan dua ijazah yang berbeda? Apakah mereka tidak memahami? Saya rasa tidak mungkin,” ujar Tifauzia Tyassuma pada Senin (16/2/2026).
“Sebab, ilmu yang saya gunakan untuk meneliti perilaku Joko Widodo yang terkait dengan ijazah ini adalah ilmu yang diajarkan di CIA, diajarkan di FBI, diajarkan di Badan Intelijen Polisi. Jadi, ilmu saya itu bukan ilmu gaib,” lanjutnya.