KOMPAS.TV - Perayaan Imlek di Griya Kongco Dwipayana, Tanah Kilap, Denpasar, Bali, mencerminkan kuatnya toleransi antarumat beragama yang terjaga sejak ratusan tahun.
Pasalnya, satu hari sebelum Imlek bertepatan dengan Hari Raya Tilem umat Hindu di Bali. Ini menambah makna spiritual dalam rangkaian persembahyangan serta menguatkan akulturasi budaya.
Suasana khidmat perayaan Tahun Baru Imlek terlihat di Griya Kongco Dwipayana atau yang dikenal sebagai Tanah Kilap saat umat dari berbagai latar belakang hadir untuk melakukan persembahyangan bersama.
Perayaan Imlek 2577 di kawasan ini menegaskan kuatnya nilai toleransi dan akulturasi budaya yang telah terjaga selama berabad-abad, di mana unsur Hindu, Buddha, dan tradisi Tionghoa menyatu dalam satu ruang persembahyangan.
Kawasan Tanah Kilap diyakini menyimpan jejak perpaduan budaya sejak 500 tahun silam, ditandai penemuan batu beraksara China di depan Pura Candi Narmada serta kehadiran 31 titik persembahyangan yang dapat digunakan semua umat tanpa pembatasan.
Penglingsir Kongco bilang, persembahyangan di Tanah Kilap tidak hanya diikuti umat Hindu, namun juga dihadiri umat dari berbagai kepercayaan yang datang untuk berdoa dan mencari ketenangan batin.
#imlek #bali #budha #hindu #tionghoa
Baca Juga SIM Mati Saat Libur Imlek 16-17 Februari? Cek Keringanan Perpanjangannya! di https://www.kompas.tv/info-publik/651120/sim-mati-saat-libur-imlek-16-17-februari-cek-keringanan-perpanjangannya
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/651126/cerminkan-akulturasi-budaya-tionghoa-hindu-budha-begini-perayaan-imlek-di-tanah-kilap-bali