Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan, sekitar 40.000 peserta BPJS Kesehatan penerima bantuan iuran (PBI) dari 11 juta peserta yang sempat dinonaktifkan telah melakukan reaktivasi.
"Per hari ini ada 40 ribu lebih yang sudah reaktivasi dari 11 juta (peserta yang dinonaktifkan) itu," kata Saifullah usai rapat pembahasan soal polemik penonaktifan BPJS Kesehatan Segmen PBI di Kantor Kemenko PM, Jakarta Pusat, Senin (16/2/2026).
Saifullah mengatakan, dari jumlah 40.000 tersebut, sebanyak 2.000 peserta memutuskan untuk beralih menjadi peserta mandiri.
Meski demikian, pemerintah tetap akan melakukan pengecekan ke lapangan atau ground check terhadap mereka.
Meskipun dia sudah beralih ke mandiri tetap kita lakukan ground check ya untuk memastikan apakah penerima manfaat tersebut bisa terus lewat mandiri atau juga nanti beralih ke PBI lagi, ucap Gus Ipul, panggilan akrab Syaifullah.
Gus Ipul menegaskan proses ground check akan dilakukan secara berkala setiap bulan guna memastikan data penerima manfaat semakin akurat.
Jadi itu semua terus kita lakukan setiap satu bulan ya, yang mudah-mudahan ini makin akurat data kita, kata Gus Ipul.
Diketahui, awal Februari 2026, sebanyak 11 juta peserta PBI JKN dinonaktifkan. Kebijakan ini merujuk pada Keputusan Menteri Sosial Nomor 3/HUK/2026 yang diteken pada 19 Januari 2026 dan berlaku mulai 1 Februari 2026.
Penonaktifan dilakukan karena pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan penerima PBI.
Program ini hanya diperuntukkan bagi fakir miskin dan masyarakat tidak mampu (desil 15), sementara desil 610 tidak lagi memenuhi syarat sebagai peserta PBI JKN.
Simak selengkapnya dalam berikut ini.
Penulis: Cynthia Lova
Video Jurnalis: Cynthia Lova
Video Editor: Cynthia Lova
Produser: Abba Gabrillin
#BPJSKesehatan #BPJSPBI #ReaktivasiPBI #11JutaPeserta #Mensos #GroundCheck #vjlab