PALEMBANG, KOMPAS.TV - Menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, tempat-tempat pemakaman umum mulai dipadati peziarah, seperti di TPU Puncak Sekuning ini, Palembang, Sumatera Selatan.
Bukan sekadar tradisi, ziarah ini menjadi saat untuk mengungkapkan kerinduan kepada orang tua ataupun sanak saudara yang sudah tiada, sekaligus momen refleksi diri.
Banyaknya peziarah mendatangkan rezeki tersendiri bagi pedagang bunga tabur makam.
Ziarah kubur mendekati bulan Ramadan dimaknai lebih mendalam karena pada bulan suci tersebut dikenal sebagai waktu yang penuh keberkahan serta menjadi kesempatan untuk meraih banyak pahala dan ampunan.
Di Medan, Sumatera Utara, warga ramai-ramai mengikuti pawai obor menyambut bulan Ramadan.
Pawai dimulai dengan berkumpul di Jalan Masjid Raya dari arah Jalan Brigjen Katamso hingga Jalan Sisingamangaraja, Medan.
Pawai obor merupakan salah satu tradisi menyambut bulan puasa yang kerap dilakukan umat Muslim di Medan.
Kegiatan ini diikuti warga dari berbagai usia dari 97 kelompok masyarakat.
Untuk tahun ini, tema pawai obor yakni mengusung semangat lekas pulih Sumatera, terutama di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan juga Sumatera Barat yang tengah mencoba bangkit setelah bencana banjir dan longsor di beberapa kabupaten.
Sementara pawai ta'aruf untuk menyambut bulan suci Ramadan 1447 Hijriah digelar di Kota Pontianak, Kalimantan Barat.
Para peserta yang hadir nampak kompak menggunakan beragam kostum unik dan membawa hiasan bernuansa Islami.
Mereka merupakan perwakilan lebih dari 30 kelompok masyarakat.
Di antaranya remaja masjid, pondok pesantren, majelis taklim, dan pemain drum band.
Selain memperlombakan regu terbaik, ada pula hadiah kejutan bagi peserta yang beruntung.
Baca Juga Pramono Anung Larang KJP Digadaikan Jelang Ramadan, Tegaskan untuk Pendidikan di https://www.kompas.tv/regional/650761/pramono-anung-larang-kjp-digadaikan-jelang-ramadan-tegaskan-untuk-pendidikan
#ramadan #ziarah #pawaiobor
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/nasional/650823/sambut-ramadan-warga-mulai-tradisi-ziarah-hingga-gelar-pawai-obor-di-sejumlah-daerah