China secara tidak langsung ikut terlibat dalam konflik Iran-AS. Bukan cuma soal menyediakan perisai udara dan bahan pembuatan rudal ke Teheran, China pun dikabarkan bisa diuntungkan jika perang Iran dan Amerika Serikat benar-benar terjadi.
Saat ini China tak cuma mendukung Iran secara diplomasi, namun juga diketahui telah menambah kekuatan Teheran dengan pertahanan udara radar YLC-8B. Radar diklaim membuat teknologi siluman Barat bahkan sekelas jet B2 Spirit jadi kehilangan taringnya.
Lebih dari penyuplai senjata, kepiawaian China menjadi anti-tesis Amerika di kawasan Teluk, membuat Trump perlu berhitung ulang untuk berperang. Jika Iran membawa AS dalam perang panjang, sudah pasti semua kekuatan AS akan difokuskan ke Timur Tengah. Para analis menilai, ini bisa menjadi celah bagi China untuk mendominasi kawasan Indo-Pasifik. Negara-negara sekutu seperti Taiwan dan Jepang bisa menjadi korban tekanan China.
Di sisi lain, China pun bisa memanfaatkan kerugian dari keputusan AS menyerang Iran sebagai gaya baru diplomasi yang menunjukkan China adalah negara adidaya "cinta damai" yang berbeda dengan AS.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis: Aditya Jaya Iswara
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Daniel Kalis Jati Mukti
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: VIORY
#global #konflik ##kompascomlab #ASvsIran #China #RadarChina
Music: Mission - Anno Domini Beats
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/global/read/2026/01/24/165624670/as-batasi-dukungan-ke-sekutu-pentagon-umumkan-strategi-baru?page=all#page