:

Cerita Para Pemulung Bantar Gebang, Biayai Sekolah Anak-anak dari Tumpukan Sampah

2 hari lalu

Setiap hari, lebih dari 7.000 ton sampah datang ke TPST Bantar Gebang. Namun di antara tumpukan itu, ada tangan-tangan yang memilah demi sepiring nasi dan biaya sekolah anak. 


Seperti salah satunya, Siti Aminah (29). Siti merupakan ibu dari dua anak. Ia membiayai sekolah anak-anaknya dari hasil botol yang dicarinya di tumpukan sampah setinggi 65 meter.


Siti mencari botol-botol dan beberapa sampah yang bisa dijual dari pukul 04.30 WIB hingga Sore sekitar pukul 16.00 WIB. Siti bahkan berjalan kaki dari rumahnya di sekitar Ciketing ke TPST Bantar Gebang demi mencari harta karun di tumpukan sampah TPST Bantar Gebang. 


Sama halnya, Suci (47), pemulung lainnya juga mengatakan hal yang sama. Suci yang mengontrak di sekitar TPST Bantar Gebang mulai berangkat dari rumah pukul 06.00 WIB. Suci memiliki tiga anak yang juga harus dibiayainya untuk sekolah.


Diakui Suci, ada ketakutan tergulung longsor saat mencari rezeki. Hanya saja mau tak mau ia menjalaninya demi anak-anaknya. 



Simak selengkapnya dalam video berikut ini.


Penulis: Cynthia Lova

Video Jurnalis: Cynthia Lova

Video Editor: Cynthia Lova

Produser: Adil Pradipta, 


#bantargebang #bekasi #pemulung #kisahinspiratif #vjlab

Berikan Komentar
Laporkan komentar

Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Batal edit?

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Hapus Komentar

Setelah dihapus, kamu tidak bisa membatalkan

Oke
Sarapan di Ketinggian 230 Meter, Seperti Apa Rasanya?
Oke