KOMPAS.TV - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen mendukung kemerdekaan Palestina dan membantu masyarakat di Gaza.
Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi menyatakan Indonesia tengah mematangkan rencana pengiriman pasukan penjaga perdamaian sebagai bagian dari komitmen dalam Board of Peace untuk meredam konflik di Palestina.
Saat ini proses pengiriman pasukan masih dalam pembahasan.
Namun, Prasetyo memperkirakan jumlah personel yang dikirim kurang lebih 8 ribu prajurit TNI.
Namun detail teknis penempatan dan prosedur anggaran masih dalam tahap pembicaraan negara anggota BOP.
Seluruh tahapan pengiriman akan mengikuti kesepakatan negara-negara anggota Board of Peace.
Keikutsertaan Indonesia dalam BOP diharapkan meringankan penderitaan warga Gaza.
Sementara itu pakar hubungan internasional mengingatkan pemerintah Indonesia jangan sampai terpancing dengan kabar yang diembuskan media Israel.
Ia juga mengingatkan berhati-hati karena Indonesia diibaratkan layaknya tengah bermain api, lebih baik mempertimbangkan untuk keluar dari Board of Peace.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan bergabung dengan Dewan Perdamaian bentukan Presiden Donald Trump pada Rabu (11/2/2026).
Pengiriman pasukan perdamaian Indonesia ke Gaza di bawah naungan atau mandat dari Board of Peace BOP bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, lalu apa risiko bagi Indonesia jika tetap mengirim pasukan ke Gaza, kita bahas bersama Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana. Dan akan terhubung Dosen Hubungan Internasional Unpad Teuku Rezasyah.
Baca Juga Prabowo Dijadwalkan Berkunjung ke AS Hadiri Rapat Perdana Board of Peace di https://www.kompas.tv/nasional/650237/prabowo-dijadwalkan-berkunjung-ke-as-hadiri-rapat-perdana-board-of-peace
#boardofpeace #palestine #israel
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/internasional/650385/sengit-adu-argumen-hikmahanto-vs-teuku-rezasyah-soal-posisi-indonesia-usai-israel-gabung-bop