Iran tetap konsisten, cuma nuklir yang bisa dinegosiasi, sedangkan rudal tidak sama sekali. Fakta ini harus ditelan Amerika Serikat usai menerima kenyataan bahwa negaranya kecolongan lebih fokus dalam urusan nuklir. Iran memanfaatkan situasi itu dengan berhasil memproduksi massal rudalnya di kawasan Timur Tengah.
Analisis intelijen terbaru menunjukkan adanya fenomena decoupling atau pemisahan strategi. Iran berlindung di balik jubah diplomasi nuklir guna memenangkan waktu untuk membangun kembali dan memperkuat rudal balistiknya.
Bagi Teheran, nuklir bisa jadi adalah senjata jangka panjang yang bisa dijadikan kekuatan politik di meja perundingan. Namun rudal adalah perisai kedaulatan yang mutlak harus dimiliki sebagai jaminan kelangsungan hidup rezim karena cepat dan murah.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti Narator: Daniel Kalis Jati Mukti Video Editor: Fathir Rohman Produser: Marvel Dalty