Kementerian Sosial (Kemensos) mengakui penyaluran bantuan sosial (bansos) selama ini masih menghadapi persoalan serius.
Dalam penelusuran yang dilakukan sekitar 45 persen bansos ditengarai tidak tepat sasaran, baik karena inclusion error maupun exclusion error.
Mensos Saifullah Yusuf mengatakan kondisi tersebut menjadi alasan utama pemerintah melakukan pembenahan besar-besaran terhadap basis data penerima manfaat melalui Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).