Iran ternyata memiliki gaya diplomasi yang berbeda, sehingga mereka begitu percaya diri meladeni Iran. Iran menggunakan pendekatan "Taarof", sebuah seni diplomasi yang mengiyakan bukan berarti setuju, tidak sekedar mencari kesepakatan, tapi memaksa lawan menghormati martabat bangsa.
Secara definisi taarof Iran diartikan sebagai budaya yang menjunjung etika sosial di mana penolakan belum berarti benar-benar menolak, dan mengiyakan bukan berarti setuju. Contohnya, dalam bertransaksi di pasar, pembeli tidak langsung menerima harga murah yang ditawarkan, tapi diizinkan untuk menanyakan barangnya, berdiskusi akan nilai barangnya, bukan sesuatu yang diburu-buru meski yang ditawarkan menarik. Dalam budaya Iran itu sebagai bentuk kesopanan dan menjaga kesetaraan dalam berkomunikasi.
Namun ini tentu berbanding terbalik dengan budaya Barat. Sehingga biasanya dalam diplomasi, Barat menilai langkah Iran itu seperti tarik-ulur yang merugikan.
Lantas bagaimana taktik ini menyeret AS dalam perundingan yang berlarut-larut?
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
#global #konflik ##kompascomlab #TaarofIran #AmerikaSerikat #DonaldTrump
Music: Cavalry - Aakash Gandhi