MAKASSAR, KOMPAS.TV - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam aliansi mahasiswa makassar menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus universitas negeri makassar. Aksi ini merupakan bentuk protes terhadap kebijakan menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, brian yuliarto, yang dinilai berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan diduga sarat cawe-cawe dalam pengelolaan kampus.
Dengan membakar ban bekas dan membawa berbagai atribut aksi, ratusan mahasiswa dari aliansi mahasiswa makassar turun ke jalan di depan kampus universitas negeri makassar, jalan a.p. Pettarani, kecamatan rappocini, kota makassar, sulawesi selatan.
Tak hanya membakar ban, massa juga memblokade dua ruas jalan menggunakan truk tronton, dari arah jalan alauddin menuju jembatan flyover maupun sebaliknya. Kendaraan besar itu dijadikan panggung orasi. Sementara di barisan depan, mahasiswa membentangkan spanduk bertuliskan “copot mendiktisaintek”.
Aksi ini merupakan buntut dari kebijakan menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi, brian yuliarto, yang dinilai merugikan dunia pendidikan, khususnya di perguruan tinggi. Massa menilai kebijakan tersebut berpotensi menurunkan kualitas pendidikan dan mencederai independensi kampus.
Mahasiswa juga menyoroti dugaan intervensi atau cawe-cawe dalam pengelolaan kampus, termasuk pencopotan rektor universitas negeri makassar, profesor karta jayadi, yang dianggap tidak transparan dan mencederai otonomi perguruan tinggi.
Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak presiden prabowo subianto untuk mencopot brian yuliarto dari jabatannya sebagai menteri pendidikan tinggi, sains, dan teknologi. Mereka juga meminta presiden melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kementerian tersebut.
Tak berhenti di situ, massa aksi turut meminta badan pemeriksa keuangan, bpk / melakukan audit terhadap program pembangunan sekolah unggul garuda dan fakultas kedokteran yang diduga bermasalah.
Akibat aksi ini, arus lalu lintas di dua arah jalan a.p. Pettarani mengalami kemacetan panjang hingga mencapai sekitar dua kilometer. Aparat kepolisian tampak berjaga dan melakukan pengaturan lalu lintas untuk mengurai kepadatan kendaraan.
Mahasiswa menegaskan, aksi ini akan terus berlanjut hingga pemerintah pusat memberikan respons konkret atas tuntutan mereka. Di tengah ban yang terbakar dan jalan yang lumpuh, satu pesan ditegaskan: kampus bukan ruang kekuasaan, melainkan ruang keilmuan yang harus dijaga independensinya.
Artikel ini bisa dilihat di :
https://www.kompas.tv/regional/650274/mahasiswa-hmi-tutup-jalan-desak-presiden-copot-mendiktisaintek