Selat Hormuz bisa menjadi salah satu medan pertarungan Iran dan AS, jika perang benar-benar pecah.
Ketegangan Iran-AS kembali memanas usai Presiden Donald Trump mempertimbangkan menambahkan kapal induk mendampingi USS Abraham Lincoln yang sudah terlebih dahulu parkir di perairan Arab.
Posisi Selat Hormuz sebagai choke point yang melayani 25% perdagangan minyak dunia, membuat Iran memiliki kemampuan taktis untuk menutup selat ini melalui penebaran ranjau massal, serangan gerombolan kapal cepat (swarm attacks), hingga rudal anti-kapal bawah tanah yang mampu melumpuhkan armada konvensional.
Namun, memblokade jalur ini adalah strategi "pedang bermata dua"; selain memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 150 dolar per barel yang mengancam ekonomi global, penutupan selat juga akan mencekik keamanan energi China sebagai sekutu utama Iran, sekaligus melumpuhkan 80% jalur impor Iran sendiri, menjadikannya sebuah opsi "bunuh diri" ekonomi demi pertahanan kedaulatan.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Elisabeth Putri Mulia
Narator: Elisabeth Putri Mulia
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Music: Future - Anno Domini Beats
#global #konflik ##kompascomlab #Iran #SelatHormuz #AmerikaSerikat