Iran semakin ditekan, jumlah rudalnya kian bertambah. Ini sudah terbukti usai perang 12 hari pada Juni 2025 lalu, Iran langsung dengan cepat memproduksi rudalnya. Tak berhenti di situ, Teheran pun melancarkan uji coba dekat selat Hormuz.
Hal ini membuat Israel dan Amerika Serikat berusaha keras untuk menekan rudal Iran. Bahkan pada awal Februari 2026, pejabat Israel melontarkan peringatan keras kepada Washington bahwa mereka tidak akan lagi menunggu lampu hijau dari Presiden Donald Trump untuk menyerang Iran.
Bagi Tel Aviv, program rudal balistik Teheran telah bertransformasi menjadi ancaman eksistensial yang tidak bisa lagi ditoleransi melalui meja diplomasi yang berlarut-larut.
Di meja perundingan, Iran tetap menegaskan rudalnya tidak bisa dinegosiasi.
Sejarah sudah mencatat, semakin keras Iran ditekan, semakin pesat pula arsenal rudal mereka bertambah dan berkembang. Teheran seolah mengubah sanksi internasional menjadi bahan bakar utama kemandirian teknologi militer republik Islam tersebut.
Simak selengkapnya dalam video berikut!
Penulis Naskah: Daniel Kalis Jati Mukti
Narator: Daniel Kalis Jati Mukti
Video Editor: Fathir Rohman
Produser: Marvel Dalty
Sumber Video: VIORY
#global #konflik ##kompascomlab #RudalIran #Iran #Amerika #IranAmerika #PerangIran
Music: Taking Chances - The Soundings, Video Game Soldiers - Twin Musicom
Artikel terkait:
https://www.kompas.com/global/read/2026/02/10/095952970/tak-tunggu-restu-as-israel-siap-serang-iran-sendiri-jika-teheran-lampaui